Lionel Messi pun Tak Selalu Tepati Janji

 

TopPrediksi – Barcelona kembali harus melupakan mimpi mereka memenangi Liga Champions. Kegagalan ini juga seakan menjadi pukulan telak bagi Lionel Messi dengan janjinya di awal musim ini.

Adalah Liverpool yang musim ini menjadi mimpi buruk Barcelona. Datang ke Anfield, Rabu (8/5/2019) untuk melakoni leg kedua semifinal Liga Champions dan punya tabungan tiga gol, Blaugrana tak bisa berbuat banyak.

Hanya butuh hasil imbang, atau tak kalah lebih dari dua gol, Lionel Messi dkk justru mendapatkan hasil sebaliknya. Alih-alih bermain seperti leg pertama, Barcelona justru harus menerima kenyataan pahit diberondong empat gol tanpa balas oleh The Reds.

Kalah 0-4 dan tersingkir dengan agregat 3-4 menjadi kenyataan pahit yang harus diterima Barcelona. Bahkan bila melihat ke belakang, tepatnya di awal musim ini, kegagalan ini memastikan Lionel Messi tak bisa memenuhi janji.

Janji apa itu? Simak artikel selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters!.

Janji Juara Liga Champions

Di awal musim ini, Lionel Messi ditunjuk sebagai kapten baru Barcelona pasca kepergian Andreas Iniesta. Segera setelah ditunjuk sebagai kapten, Messi pun berikrar dan berjanji akan membuat musim Barcelona kembali indah, yakni dengan memenangi trofi Liga Champions.

Ketika itu, Lionel Messi mengungkapkan tekadnya jelang pertandingan antara Barcelona melawan Boca Juniors di ajang Joan Gamper Trophy, Rabu (15/8/2019) malam WIB. Bintang Argentina tersebut berbicara di depan publik Camp Nou dan berjanji membawa pulang trofi Liga Champions ke sana.

“Tahun lalu kami menjalani musim dengan bagus dengan menjadi juara La Liga dan Copa del Rey. Meskipun begitu, kami semua merasa tersakiti setelah kandas di Liga Champions,” ujar Messi saat itu.

“Kami berjanji, kami akan melakukan segala kemungkinan agar piala yang cantik itu bisa kembali ke Camp Nou pada musim ini,” janjinya.

Namun janji tinggal janji. Liverpool memastikan janji Lionel Messi itu tak tertepati. Empat gol yang memastikan kekalahan itu dicetak oleh Divock Origi pada menit ketujuh dan ke-79, dan dua gol lain dicetak oleh Georginio Wijnaldum pada menit ke-54 dan 56.

Dan cerita kekalahan Barcelona di leg kedua setelah punya keunggulan tiga gol di leg pertama bukanlah kali pertama. Scroll ke bawah ya Bolaneters!

Bukan Kali Pertama

Perjalanan Barcelona di Liga Champions musim ini sendiri lebih baik daripada sebelumnya, meskipun memiliki cerita yang sama. Bila musim lalu Barca hanya mampu sampai di perempat final, musim ini satu babak lebih baik, yakni mereka sampai di semifinal Liga Champions.

Namun ada sedikit kesamaan antara musim lalu dengan musim ini. Yakni mereka sama-sama punya keunggulan tiga gol di leg pertama untuk bisa dijadikan bekal menyongsong leg kedua di kandang lawan.

Musim lalu, Barcelona melawat ke markas AS Roma dengan keunggulan 4-1 berkat kemenangan di leg pertama perempat final di Camp Nou. Namun yang terjadi di luar prediksi, Barcelona tertunduk setelah kalah dengan skor 0-3 di Olimpico. Dengan agregat 4-4, AS Roma yang berhak lolos ke semifinal karena peraturan gol tandang.

Musim ini kurang lebih sama ceritanya. Melawat ke Anfield untuk melakoni leg kedua semifinal Liga Champions, Barca kembali punya keunggulan tiga gol berkat kemenangan di leg pertama. Sayang, akhir cerita yang mereka miliki adalah sama setelah tuan rumah The Reds menang telak empat gol tanpa balas dan lolos dengan agregat 4-3.

Bagi Messi tentu ini cerita yang lebih baik untuk segera dilupakan. Meskipun gagal di Liga Champions, Messi masih memiliki trofi yang bisa ia banggakan sebagai kapten, yakni trofi La Liga dan itu bisa saja bertambah karena Barcelona masih akan tampil di final Copa del Rey melawan Valencia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *